Menatap sekilas wajahmu
Alangkah gagahnya dirimu
Lantunan nafasmu saat tidur
Ingatkanku pada sosok tertua di
rumah
K au yang juga terkadang
menjengkelkan
Aku disini meminta pada pemilikmu
Biarkan kau menjadi penerus bangsa
dan agama
Do’aku adalah ketika dewasa nanti
Usahamu hanyalah untuk yang mulia
L ihat! Kota Roma itu belum ada yang
menaklukannya
Aku berharap suatu saat nanti kaulah
orangnya
Zona nyaman itu mau tidak mau harus
kau dobrak dari kehidupanmu
Itulah tanda baktimu pada orangtua
Zaman sudah menunggumu, Pahlawan!
No comments:
Post a Comment