Monday, 1 July 2013

Sedikit Renungan Untuk Para Penimba Ilmu...


Rafaini Milati, Baiti Nur Atika, Emilia Srirahayu, Suhaibah Aslamiyah
Praktikum ke Yogyakarta




Kita sering mendengar bahwa menuntut ilmu itu masuk ke dalam bagian jihad.. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun berkata bahwa,Tinta bagi seorang pelajar lebih suci nilainya daripada darah seorang martir. So, betapa mulianya seseorang ketika menuntut ilmu. Apalagi, orang yang meninggal ketika sedang bejihad maka dinyatakan mati syahid.


Coba kita lihat catatan sejarah peradaban Islam yang lalu, Dinasti Abbasiyah merupakan salah satu dinasti yang paling berkembang ilmu pengetahuannya saat itu. Ya, mereka sangat menjunjung ilmu pengetahuan yang tinggi dan mereka juga yakin suatu dinasti atau kerajaan akan berjaya kalau ilmu pengetahuannya berkembang pesat. Orang yang berilmu juga ditinggikan derajatnya oleh Allah. Subhanallah sekali kan kawan...


Tapi tunggu dulu, jangan sampai kita terlena dengan pujian itu. Seringkali kita lupa makna jihad seperti apa. Jihad yang artinya adalah bersungguh-sungguh. Sungguh-sungguh apa? Ya sunggguh-sungguh dalam melakukan apapun. Ketika menuntut ilmu dikatakan jihad, maka kita harus berjihad, Bersungguh-sungguh ketika menuntut ilmu. Bagaimana kalau main-main?. Nah, hal ini yang terkadang dilupakan makna jihad. Ketika menuntut ilmu dikatakan berjihad, namun pada kenyataannya hanyalah main-main, tugas tidak dikerjakan maksimal, mencontek saat ujian, apakah masih bisa dikatakan berjihad?. Mari kita resapi kembali makna jihad itu seperti apa, jangan sampai label jihad itu kita selewengkan. Naudzubillah…







No comments:

Post a Comment