| Praktikum ke Yogyakarta |
Kita
sering mendengar bahwa menuntut ilmu itu masuk ke dalam bagian jihad.. Bahkan Nabi Muhammad SAW
pun berkata bahwa, “Tinta bagi seorang pelajar lebih suci nilainya daripada darah seorang martir”. So, betapa mulianya seseorang ketika
menuntut ilmu. Apalagi, orang yang
meninggal ketika sedang bejihad maka dinyatakan mati syahid.
Coba kita lihat
catatan sejarah peradaban Islam yang lalu, Dinasti Abbasiyah merupakan salah
satu dinasti yang paling berkembang ilmu pengetahuannya saat itu. Ya, mereka
sangat menjunjung ilmu pengetahuan yang tinggi dan mereka juga yakin suatu
dinasti atau kerajaan akan berjaya kalau ilmu pengetahuannya berkembang pesat. Orang yang berilmu juga ditinggikan derajatnya oleh
Allah. Subhanallah sekali kan kawan...
Tapi
tunggu dulu, jangan sampai kita terlena dengan pujian itu. Seringkali kita lupa
makna jihad seperti apa. Jihad yang artinya adalah bersungguh-sungguh.
Sungguh-sungguh apa? Ya sunggguh-sungguh dalam melakukan apapun. Ketika menuntut
ilmu dikatakan jihad, maka kita harus berjihad, Bersungguh-sungguh ketika
menuntut ilmu. Bagaimana kalau main-main?. Nah, hal ini yang terkadang
dilupakan makna jihad. Ketika menuntut ilmu dikatakan berjihad, namun pada
kenyataannya hanyalah main-main, tugas tidak dikerjakan maksimal, mencontek
saat ujian, apakah masih bisa dikatakan berjihad?. Mari kita resapi kembali makna
jihad itu seperti apa, jangan sampai label jihad itu kita selewengkan. Naudzubillah…
No comments:
Post a Comment